Start Kita Berbeda

Tabir putih yang dulunya membuat kita menerka-nerka apa isinya, kini sudah terbuka lebar. Tabir putih yang sebenarnya memberikan kita bayangan namun belum jelas, kini sudah menjadi jelas. Ada yang sesuai ekspektasi, ada yang diluar ekspektasi. Namun tabir putih itu hanya bagian kecil dari rahasia kehidupan ini, masih ada banyak sekali tabir putih selanjutnya.

Halo, blog sebelum ini adalah blog saya tentang kegagalan saya di SNMPTN. Udah di baca? Kalo belum baca dulu gih. Hehe... canda. Udah ataupun belum itu gk akan berpengaruh sama blog ini, ini bukan sinetron ataupun drama korea yang kalo nggak tau episode sebelumnya, maka akan ketinggalan cerita nya. Okey, lanjut...

Okey perkenalkan lagi, status saya yg baru. Hmm... halo, saya saat ini sudah menjadi maba salah satu universitas swasta di Semarang dengan beasiswa KIP-Kuliah. Setelah membaca paragraf ini pasti kalian mikir "cih akhirnya di swasta". "Hahaha, kasian gk dapet ptn". "Gak pinter ya, kok gak masuk ptn". Hmm... Apalagi ya kira-kira kalimat hinaan yg mungkin lebih ekstrim. Ya walaupun memang saya benar adanya seperti kalimat-kalimat hinaan itu, tapi hal sebenarnya adalah... Ah males ah langsung to the point, nanti blog saya terlalu pendek hehe. Jadi baca sampai selesai dan simpulkan sendiri. Apapun simpulannya, baik ataupun buruk tidak masalah.

START KITA BERBEDA

1. Ada yang start nya jadi anak milyader yg mendapat full fasilitas pendidikan.
2. Ada yang start nya jadi anak yang mendapat support penuh keluarga.
3. Ada yang start nya jadi anak yang sudah di persiapkan biaya pendidikan.
4. Ada yang start nya jadi anak yang tidak dipersiapkan biaya pendidikan.
5. Ada yang start nya harus jadi tulang punggung keluarga.
6. Ada yang start nya tidak mendapatkan support keluarga.

Ada yang start nya tidak memiliki semua nya, sudah tidak ada biaya, tidak mendapat support keluarga, jadi tulang punggung keluarga. Start dia cuma "mimpi" nya dia itu aja.

Disclaimer : saya sedang tidak mendeskripsikan diri saya, jadi jangan kasian.

Start Berbeda = Tekanan Berbeda

So, don't judge someone atas keputusan besar dalam hidupnya.

Saya lebih bersyukur bisa kuliah, daripada sedih gagal sbmptn.

Coba baca sekali lagi kalimat diatas dg perlahan !!

Ya... start saya ada di poin nomor 2 dan 4 (baca lagi poin 2 dan 4 diatas ya). 

Bahagia dan Sedih. Fifty-Fifty.

Sebelum mendapatkan pengumuman lolos KIP-Kuliah tersebut. Sebenarnya saya sudah mendaftar ujian mandiri di UGM, UI, dan IPB. Sudah mendapatkan kartu peserta, dan tinggal berangkat. Pun sebenarnya nilai utbk sbmptn saya juga tidak terlalu rendah, terbukti dengan beruntung lolos dalam administrasi PKN STAN yang memakai nilai utbk sbmptn, tinggal berangkat tes tahap berikutnya. Tapi, semua itu saya tinggalkan, setelah mendapat pengumuman lolos kip-kuliah, yg artinya akan kuliah gratis dan mendapatkan biaya hidup yg tinggi mengingat pts ini berada di kota Semarang dan biaya hidupnya klaster 5 (paling tinggi).

Ini keputusan besar dalam hidup saya. Mengingat start saya yang berada di poin 2 dan 4 tersebut, maka saya mengambil keputusan ini.

Jika tidak lolos kip-kuliah tidak melanjutkan kuliah? 
Jawab : Iya, tidak untuk tahun ini. Saya akan gap year dan mencoba peruntungan tahun depan. Yang jelas saya tidak akan menyerah. Saya ingin menjadi orang pertama yang kuliah di keluarga ibu saya.

Disclaimer : jangan kasian.

Saya merasa beruntung, ada teman saya yang bilang gini "yang utama itu support keluarga Al, dan kamu memiliki nya. Sedangkan aku, aku tidak memilikinya itu yg menyebabkan aku tidak bisa (kuliah)"

Tapi, saat itu saya langsung bilang bahwa kuliah bukan jalan satu-satunya untuk sukses. Masih ada banyak sekali jalan menuju sukses walaupun tanpa kuliah. Tentu ini benar, bukan cuma untuk menghibur dia.

Saya ulangi lagi, bahwa : saya lebih bersyukur bisa kuliah, daripada sedih gagal sbmptn.

Bagaimana, sudah bisa di tarik benang merah nya?

Mungkin 25 tahun kedepan, anak saya baca blog ini. Pertanyaan yang mungkin ada di benak nya tentang "mengapa bunda dulu kuliah di swasta?" Akan terjawab disini. Maka saya akan sangat senang jika dia bisa menyimpulkan sesuatu dari sini.

Buat semuanya, selalu semangat ya, di posisi berapa pun start kalian. Start kita semua memang berbeda.

Yg kerja, semangat kerja nya, mungkin belum tahun ini. Bisa jadi bisa menyusul tahun depan. Atau bisa jadi lebih sukses daripada kita yg kuliah. Tabir putih kehidupan yang hanya dapat kita menerka-nerka nya itu, memiliki rahasia nya sendiri, dan pasti yang terbaik. Skenario kita ditulis oleh sang penulis skenario terbaik, Allah SWT. Jangan khawatir.

4 tahun kedepan saya akan menulis blog lagi, tentang "oh ternyata seperti ini, makanya Allah memberi jalan seperti itu tahun 2022 lalu, Allah maha Baik" . See you there !!

Dari saya, mahasiswa baru
Universitas Muhammadiyah Semarang
S1 Pendidikan Kimia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menutup Lembaran Indah Tahun 2021

Banyak Jalan Menuju Roma

My Lovely, Sabila