Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2021

Menutup Lembaran Indah Tahun 2021

Gambar
Cukup bahagia dengan perjalanan 2021? Jawabannya cukup bahagia. Ada 365 hari. Jikapun ada 50 sampai 100 kesedihan dalam jangka waktu dirata-rata masing-masing 1 hari, tentu masih jauh lebih banyak hal-hal yang bisa di syukuri. Banyak hal, banyak kenangan, banyak pelajaran yang bisa dipetik dari tahun indah ini. Bertemu orang-orang baru, bersua dengan teman-teman lama, dan menghabiskan waktu dengan orang-orang baik. Jikapun semua kenangan dan foto diunggah dalam blog ini sepertinya akan butuh benyak part. Hehe Tahun ini adalah tahun dimana aku membangun kembali kepercayaan diri yang sempat runtuh. Aku menulis blog ini bertujuan sebagai pengingat diri bila aku merasa down suatu saat nanti bahwa sesungguhnya masih ada hal-hal kecil dalam diri ini yang bisa sedikit di apresiasi. Tak akan ku izinkan siapapun mematahkan sayapku lagi. Aku bisa berdiri di atas kaki ku sendiri. Dan aku akan terus belajar menjadi perempuan yang independen di segala kondisi. Diawali dari akhir bulan Februari samp...

Melewati Masa Remaja Tanpa Pacaran? Siapa Takut

Gambar
Selain kejeniusan BJ Habibie dalam dunia IPTEK, Beliau dan bu Ainun juga jadi role model saya dalam dunia asmara. Salah satu kutipan BJ Habibie yang saya suka adalah "Persahabatan sering berakhir dengan cinta. Tetapi cinta kadang berakhir bukan dengan persahabatan." Hai, gimana kabarnya? Membaca judul saya di atas pasti menimbulkan banyak persepsi. Mungkin juga timbul banyak pertanyaan, salah satunya mungkin "Hah, kalau nggak mau pacaran, gimana bisa ketemu jodoh?" Okey selamat datang di blog saya, dengan bangga perkenalkan saya adalah orang yang keras kepala nggak setuju dengan konsep pacaran (tapi kalo ditanya "suka cowok?" Ya iyalah yakali nggak, ya kembali lagi cuma suka dan nggak berniat sama sekali untuk pacaran). Umur saya melewati angka 17 tahun. Dan masih mempertahankan rekor tersebut. Terus kalau ditanya lagi "tapi kalau orang yang kamu suka ngajak pacaran, kamu mau kan?", okey saya tegaskan saya tetap tidak akan mau. Tapi kalau dia lan...

Sekolah Swasta dan Sekolah Negeri, ibarat dua jenis variabel yang berbeda

Gambar
Umumnya orang jika mendengar kata swasta dan negeri pasti sudah memikirkan perbedaan-perbedaan yang mendasari dua instansi tersebut. Apalagi jika menyangkut sekolah. Okey sebelumnya perkenalkan saya adalah orang yang sudah merasakan langsung perbedaan tersebut. SD-SMP saya berada di sekolah swasta, sedangkan SMA saya berada di sekolah negeri. Lalu lebih baik mana? Dengan percaya diri saya menjawab tidak ada yang lebih baik. Dan tidak ada yang lebih buruk. Bagi saya sekolah swasta dan sekolah negeri tidak bisa di setarakan dalam hal menilai mana yang lebih baik dan mana yang lebih buruk. Mungkin jika menilai nya dengan metode antara yang sama-sama swasta, atau antara yang sama-sama negeri masih bisa. Namun jika antara swasta dan negeri tidak bisa. Itu menurut saya ibarat dua jenis variabel yang berbeda. Nilai nya nggak akan ketemu. Kalo ditanya apa perbedaannya? Nah ini baru ada banyak perbedaannya. Menurut pengalaman saya, swasta itu lebih terasa kehangatan kekeluargaannya sedangkan ne...