Postingan

Start Kita Berbeda

Tabir putih yang dulunya membuat kita menerka-nerka apa isinya, kini sudah terbuka lebar. Tabir putih yang sebenarnya memberikan kita bayangan namun belum jelas, kini sudah menjadi jelas. Ada yang sesuai ekspektasi, ada yang diluar ekspektasi. Namun tabir putih itu hanya bagian kecil dari rahasia kehidupan ini, masih ada banyak sekali tabir putih selanjutnya. Halo, blog sebelum ini adalah blog saya tentang kegagalan saya di SNMPTN. Udah di baca? Kalo belum baca dulu gih. Hehe... canda. Udah ataupun belum itu gk akan berpengaruh sama blog ini, ini bukan sinetron ataupun drama korea yang kalo nggak tau episode sebelumnya, maka akan ketinggalan cerita nya. Okey, lanjut... Okey perkenalkan lagi, status saya yg baru. Hmm... halo, saya saat ini sudah menjadi maba salah satu universitas swasta di Semarang dengan beasiswa KIP-Kuliah. Setelah membaca paragraf ini pasti kalian mikir "cih akhirnya di swasta". "Hahaha, kasian gk dapet ptn". "Gak pinter ya, kok gak masuk pt...

Merah Itu Cinta—SNMPTN

Gambar
15.25. deg... Merah... Walaupun dari awal udah menduga ini, tapi tetep lumayan kaget. 10 menit aku memejamkan mata, mencari kekuatan sambil mengatur napas. Hanya merasakan dan menghitung tiap tarikan dan hembusan napasku tanpa memikirkan apapun, akhirnya di menit ke-11 aku menyadari bahwa aku ternyata masih hidup. Ini bukan akhir segalanya. Masih ada banyak jalan menuju Roma. Berkali-kali aku melawan pikiran negatif ku yang mulai menyalahkan diri—menyalahkan pilihan dan menyalahkan banyak hal. Bukan, ini bukan kesalahan. Ini ketetapan dari Allah SWT. Aku sudah menjalankan 5 semester dengan cukup baik hingga akhirnya masuk eligible. Aku tidak pernah menyesali 5 semester ini. Gagal snmptn bukan berarti ilmu yang sudah di dapat selama 5 semester ini sia-sia. Buat temen-temen yang lolos, selamat ya !!! Ikut happyy !!! Yang nggak lolos, ayok jangan patah semangat !!! Barangkali memang yg kita kira baik, justru menurut Allah nggak baik untuk kita. Dan Jika Allah sudah membawa kit...

Kurikulum Merdeka Mengakhiri Miskonsepsi dan Stereotipe Jurusan IPA dan IPS ?

Gambar
Waktu pendaftaran SMA dulu aku kira bisa nentuin mau masuk IPA atau IPS, tapi ternyata tidak. Semua di tentuin oleh "sistem" yang aku nggak tau cara kerja spesifik nya seperti apa. Dan di saat yang sama pula, mulai terdengar tentang konsepsi bahwa anak IPA lebih pintar dari anak IPS. Ah aku ingin sekali tidak setuju dengan konsep itu. Bukankah IPA dan IPS adalah dua rumpun yang memiliki ranah berbeda? Tapi gimana aku mau membantah? kan dari pemilihan jurusan aja jelas udah ganjil dengan ditentukan oleh sistem. Terus dikalangan siswa kadang timbul miskonsepsi "anak IPS buangan anak IPA". Dan berbagai stereotipe yang ramai di sosial media yang tidak ada habisnya dari dua jurusan juga terus membumbui miskonsepsi ini. Tapi setelah angkatanku, di pendaftaran angkatan berikutnya, siswa sudah bebas menentukan mau masuk jurusan apa. Bagus, aku lebih suka yang ini. Lebih adil. Di sosial media kalau bahas stereotipe antara anak IPA dan IPS itu selalu ada aja, kalau perang ste...

Tentang Sampah (Masyarakat)

Gambar
Bravo adalah supermarket yang dimiliki oleh kota cepu. Aku punya dua sahabat yang memiliki selera sama tentang pemilihan tempat yang nyaman untuk curhat, yaitu di tempat yang sepi ditengah keramaian. Aneh memang. Dua sahabatku ini kalau di ajak ketempat 'hits' anak muda pada umumnya seperti kedai dan sejenisnya malah susah, alasannya "takut nggak bisa mesen". Alasan yang klasik sekali. Padahal aku tahu kita bertiga ini tidak menyukai tempat keramaian apalagi yang 'tertutup'. Akhirnya di bravo inilah tempat favorit kita—tepatnya di koridor depan toko buku Pustaka 2000. Yang di sebelah kanannya ada es krim favorit kita. Disuatu hari, aku pergi dengan salah satu sahabatku kesana. Setelah capek mengecek buku-buku terbaru di dalam toko buku tersebut, kita berdua duduk santai di koridor itu sambil menikmati es krim vanila chip dan bercerita kesana-kesini membahas kegiatan kita akhir-akhir ini. Di sebelah kita ada ibu-ibu yang sedang asyik menikmati sempolan dan yang...

Banyak Jalan Menuju Roma

Gambar
7 tahun lalu, aku memikirkan hari ini—bahwa menjadi anak yang duduk di bangku Sekolah Menengah Atas terkhusus kelas 12 akan sangat menyenangkan. Banyak FTV, Sinetron, ataupun Series yang aku tonton tentang anak SMA bukanlah seperti kenyataan yang sedang aku arungi ini. Kecuali, dalam drakor "Sky Castle" yang pernah aku tonton, yang didalamnya terdapat para orang tua dari golongan elit yang rela menyewa tutor terbaik demi bersaing agar anak mereka masuk universitas terbaik. Sedikit scane yang aku ingat, di drakor tersebut bahkan sampai ada insiden bunuh diri. Dulu, sepanjang aku menghabiskan episode drakor tersebut yang ada di pikiranku cuma ada kata "menyeramkan". Walaupun mungkin kisahku tidak semenyeramkan itu, tapi ini sungguh menjadi salah satu masa-masa menyeramkan. "Mau lanjut kemana?" Adalah pertanyaan yang paling aku takuti. Menimbang beberapa faktor, sebenarnya kemungkinan buat aku kuliah tahun ini sangat kecil. Masalah persiapan utbk,...

My Lovely, Sabila

Gambar
Persahabatan, aku tak paham betul konsep persahabatan. Orang bilang aku friendly. Katanya, aku mudah mendapatkan teman. Dan itu yang membuatku gampang melabeli orang sebagai teman dekat. Tapi seiring berjalannya waktu memang benar konsep "people come and go". Dan itu sudah pasti terjadi. Tapi lihatlah beberapa orang yg terus bertahan dari waktu ke waktu. Mungkinkah ini konsep persahabatan? Sekitar 6 tahun lalu, takdir membawaku bertemu dengan orang yg cantik. Dilihat dari barang-barangnya dia bukan seperti orang yg kekurangan materi. Tapi kulihat matanya ada satu ruang kosong yang tak mampu diisi oleh materi. Kurasa dia membutuhkan ku untuk mendengarkan ceritanya. Tapi aku tak pernah sekalipun menawarkan diri "Kamu bisa cerita apapun kepadaku, sekalipun itu hal terberat dalam hidupmu". Aku yakin jika dia mempercayaiku dia pasti akan dengan sendirinya menatap mataku dan bercerita. Butuh 3 sampai 4 tahun berlalu, akhirnya dalam perjalanan pulang dari hangout, dia mula...