Menutup Lembaran Indah Tahun 2021


Cukup bahagia dengan perjalanan 2021? Jawabannya cukup bahagia. Ada 365 hari. Jikapun ada 50 sampai 100 kesedihan dalam jangka waktu dirata-rata masing-masing 1 hari, tentu masih jauh lebih banyak hal-hal yang bisa di syukuri.

Banyak hal, banyak kenangan, banyak pelajaran yang bisa dipetik dari tahun indah ini. Bertemu orang-orang baru, bersua dengan teman-teman lama, dan menghabiskan waktu dengan orang-orang baik. Jikapun semua kenangan dan foto diunggah dalam blog ini sepertinya akan butuh benyak part. Hehe

Tahun ini adalah tahun dimana aku membangun kembali kepercayaan diri yang sempat runtuh.

Aku menulis blog ini bertujuan sebagai pengingat diri bila aku merasa down suatu saat nanti bahwa sesungguhnya masih ada hal-hal kecil dalam diri ini yang bisa sedikit di apresiasi. Tak akan ku izinkan siapapun mematahkan sayapku lagi. Aku bisa berdiri di atas kaki ku sendiri. Dan aku akan terus belajar menjadi perempuan yang independen di segala kondisi.

Diawali dari akhir bulan Februari sampai awal Mei aku membangun relasi olshop ku (silakan berkunjung dan melihat jejaknya di IG @callmeal__. Sebagian aku post disana, yang nggak ke post itu setelah priode itu, masih terus masuk orderan skincare sampai sekarang tapi nggak sempet ke post karna aku juga harus membagi waktu buat sekolah daring juga, btw waktu itu aku kelas 11 SMA, nekat banget ya... Harusnya kan fokus belajar, apalagi temen-temen juga banyak yang mulai les, tapi aku sadar betul apa yang aku lakukan, dan menikmatinya). Dari sini kepercayaan diri ku mulai aku bangun 'lagi', sebagai bahan melatih publik speaking juga, dan mengenai hasilnya (uang) adalah aku anggap bonus. Totalitas ku selama 2 bulan lebih ini sebenarnya cukup mengahasilkan banyak uang (nggak usah di sebutkan nominalnya ya), uang-uang itu nggak aku pake sepeserpun sampai saat ini, semuanya aku tabung. Sebenarnya di dua minggu pertama aku mengalami insiden yang masih belum bisa aku ceritakan sekarang, yang membuatku hampir menyerah di dunia olshop ini. Tapi saat itu aku tidak mau menyerah dan benar saja akhirnya aku cukup merasa berhasil di dunia per olshopan dengan untung yang cukup menggiyurkan di minggu-minggu setelahnya. Dan untuk orientasi ku tentang uang adalah "nabung dulu, baru sisa nya buat nongki", mungkin terdengar kuno, tapi aku suka dengan pendirianku itu. Ibu selalu mengajarkanku untuk menabung untuk keperluan tak terduga suatu hari nanti. Hal inilah yang selalu aku terapkan sepanjang umurku selagi bisa menghasilkan uang.

Sekitar bulan April-Mei aku juga ditunjuk untuk pendataan SDGs Desa, ini adalah pendataan buat Percepatan Pencapaian Tujuan Pembangunan Nasional Berkelanjutan. Dibawah Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi. Dari sini aku jadikan momentum untuk mengasah publik speaking juga, karna harus berhadapan face to face dengan warga (walaupun cuma se-RT). Fee nya juga lumayan, kalo aku sebutkan nominalnya sekitar setengah juta an. lumayan lah ya. Dan uang dari sini juga nggak aku pake sepeserpun, kembali aku tabung bersama hasil olshopan tadi. Orientasi ku pada uang masih sama. Walaupun nggak seberapa tetap harus masuk dalam tabungan. Dan yg paling membuatku bahagia adalah postingan ku tentang perjalanan pendataan SDGs desa itu di IG (@al_dwiarianty) di komen pak bupati. Wow aku merasa tersanjung. Dan ya aku sangat bahagia karena itu. Sepertinya kepercayaan diri yang aku bangun ulang ini pondisinya akan sedikit lebih kokoh dibanding yang runtuh sebelumnya.

Bulan ramadhan aku juga diundang masjid besar di desa ku untuk mengajar anak-anak. Ada 8 pertemuan untukku mengajar selama Ramadhan. Dan ada sekitar 100 murid dengan total 7 pengajar pada tiap hari yang dijadwal. Di hari pertama tiba-tiba aku mengalami mimisan (mungkin karena kecapean antara kegiatan olshopan+pendataan SDGs desa+ngajar yang berbarengan). Dan anak-anak yang aku ajar yang rumahnya dekat dengan masjid langsung sigap pulang mengambilkan aku tisu, aku terharu. Beberapa diantara mereka juga memanggil aku "Bu", ini momen yang membuatku sangat terharu. Aku masih kelas 2 SMA. Banyak pelajaran yang aku ambil dari kesempatan ini selain sebagai momentum mengasah publik speaking juga. Aku tau ilmu ku mungkin belum terlalu banyak, tapi aku berusaha melakukan yang terbaik yang aku bisa berikan pada anak-anak itu. Terimakasih kesempatannya untuk para pengurus yayasan yang telah mempercayaiku. Dan untuk bayaran, aku juga tidak menyangka akan dibayar, sebenarnya aku mengira ini sebagai pengabdian, ternyata di hari terakhir aku mendapatkan bayaranku (gausah di sebut nominalnya ya). Ini seperti cita-cita masa kecil ku jadi ”guru" tercapai secara nyata. Karna biasanya aku hanya menangani 1-3 anak untuk les privat dirumah. Sedangkan ini aku mengajar lumayan banyak. Nyata banget jadi guru walaupun 'sementara'.

Kenapa aku nggak melanjutkan ke-totalitasan olshop an setelah Ramadhan? Ya karna alasan utamanya setelah Ramadhan kan aku naik kelas 12. Sebenarnya candu banget olshopan. Tapi aku juga harus memikirkan masa depan dan bertanggung jawab atas nilai-nilai ku. Prinsip ku olshopan yang hanya sebagai hobi tidak boleh lebih besar menyita waktu dari sekolah yang merupakan kewajiban ku.

Tapi tidak sampai di situ, karena mulai awal tahun 2021 ini sampai sekarang aku juga bekerjasama dengan pegawai bank mandiri untuk membuatkan NPWP online untuk nasabahnya. Fee nya? Cukup menjanjikan juga. Sebenarnya kegiatan ini diawali karena ada tetangga yang minta tolong dibuatkan NPWP sebagai syarat mendapatkan modal bercocok tanam, tapi aku makin dikenal dan dimintai tolong orang-orang kesana kemari sebagai jasa pembuatan NPWP online dan akhirnya ketemu sama pegawai bank mandiri dan diajak kerjasama. Sampai bahkan kemarin ada pemilik usaha garasi pintu besi juga membutuhkan jasaku ini. Dan sejauh ini ada TK di 2 Desa menghubungi aku untuk dibuatkan NPWP untuk yayasannya. Aku tau kalian mungkin ada yang bertanya brp sih bayarannya? Kan sering banget aku buat story tentang itu, okey untuk menghargai kalian yang menyempatkan diri membaca sampai bagian ini akan aku kasih tau, untuk yg salah satu yayasan TK itu memberi fee 100 rb. Dan untuk warga aku tidak pernah mematok harga, mereka memberi dengan rasa berterima kasih yang membuat ku terharu. Karna memang pandemi, dan kantor pusat tidak melayani offline sehingga orang-orang terlebih yang tidak memegang hp android tidak paham cara pembuatannya. Aku sangat senang membantu dibidang ini, aku juga merasa lebih berusaha melek teknologi lagi, yang pasti jadi alasan untuk belajar dan belajar lagi. Untuk yang fee berpartner dg pegawai bank mandiri gausah di sebut ya nominalnya. Rahasia...

Dan semenjak sekarang mau apapun memerlukan kartu vaksin, sekarang warga kembali berbondong-bondong mencariku untuk mencetakkan kartu vaksin mereka. Mulai dari mendownload sampai mencetak jadi kartu (seperti KTP) juga menyita cukup banyak waktu, apalagi jika datanya tidak muncul atau ada kesalahan, maka harus di perbaiki dulu. Sungguh aku merasa tidak bisa istirahat sepanjang tahun ini. Energi ku cukup terkuras. Waktu bermain dan belajar ku berkurang, tapi aku justru senang melakukan semua ini. Gausah bahas fee untuk bagian ini ya, pokoknya ada lah. Cukup buat beli skincare ku sebulan. Ah apasih, aku aja jarang mandi malah bahas skincare hihihi.

Terakhir, kejadian yang membangun kepercayaan diriku adalah ketika tulisan ku dalam lomba antar pelajar bertema "Bergerak Dan Bangkit Di Tengah Pandemi" di terbitkan jadi buku ber-ISBN. Aku menulis kisah berjudul "Gerakan Tak Terlihat Sang Pelajar". Acara penyerahan piagam nya di Pendopo Bupati dengan berbagai macam acara, sebenarnya aku ingin berfoto dengan pak bupati tapi beliau berhalangan hadir karena Ipar nya meninggal, beliau menyaksikan lewat zoom. Disana juga dihadiri banyak orang-orang penting, mulai dari pegawai-pegawai Pemda, anggota KSAD dan juga ada 3 perwakilan ormas besar Islam dari Muhammadiyah, NU, dan LDII. Dll. Hari berikutnya ternyata dapat informasi bahwa acara malam itu di jadikan berita koran dan di terbitkan di beberapa artikel. Mengingat memang malam itu dihadiri banyak wartawan. Bahagia banget. Guru-guru juga sebagian mengucapkan selamat lewat japri dan story WA. Postingan ku di FB juga di komen beberapa guru. IG official sekolah juga mengucapkan 2 kali lewat story. Dan ternyata bonus dari sekolah, aku mendapatkan hadiah 'beberapa lembar' uang 100 rb an. Sangat bahagia. Dan kemarin saat menerima rapot ternyata pencapaian itu di tulis di kolom prestasi. Memang tidak tinggi pencapaian ku ini, tapi aku cukup bahagia dengan apa yang menjadi ketetapanku. Sungguh suatu saat, apapun profesi utamaku aku tetap ingin jadi penulis hebat... Aamiin...

Tahun ini tentu ada sedihnya, tapi aku memilih untuk menceritakan hal-hal menyenangkan yang terjadi, sebagai bahan kekuatan yang bisa dibaca jika suatu saat aku merasa down. Aku selalu bersyukur dengan hal-hal yang menjadi ketetapan ku. Kamu para pembaca, yang sedang membaca tulisan ini sampai bagian ini, terimakasih ya, kamu juga jangan lupa bersyukur. Okeyy?. Dengan bersyukur kamu akan lebih bahagia di segala kondisi.

Tahun ini, aku juga berhenti mengejar sesuatu yang berusaha aku gapai. Aku lepaskan kepada semesta, dengan ikhlas. Dan ternyata itu membuatku merasa lebih baik. Apa itu?. Cinta?. Aku tidak suka menyebutnya cinta. Mungkin lebih bagus jika di sebut ambisi. Ya aku juga berhasil berdamai dengan ambisiku dengan cara berhenti mengejarnya.

Tahun ini, aku juga bertemu dengan beberapa orang baru dengan cara yang unik dan tak terduga, serta membuat hidupku lebih berwarna. Aku sangat senang dijangkau dalam radar dunia mereka. Dan juga tidak kalah bahagianya, tahun ini bisa bersua dengan teman-teman lama yang mulai dewasa pemikiran nya, yang dulu sering berantem untuk hal-hal nggak jelas, sekarang mulai membicarakan hal-hal serius. Sungguh perubahan yang terasa drastis.

Aku menulis blog ini sambil mendengarkan lagu 'PPSMB UGM' yg terus aku ulang selama 2 jam ini, walau aku gaada niat mau kuliah di UGM, tapi lagu ini naikin mood banget. 

1,5 jam lagi, kita akan meninggalkan tahun 2021 dan melangkahkan kaki menuju tahun 2022. Dan Aku cukup tenang meninggalkan tahun 2021, karena aku berhasil berdamai dengan banyak hal. Terimakasih 2021, telah memberikan banyak hal-hal indah. Dan tentu dengan beberapa kesedihan sebagai penyeimbang.

Dan untuk rencana dan harapan tahun 2022 tentu sangat banyak. Salah satu dan yg utama adalah bismillah dengan izin Allah semoga bisa masuk universitas impian dan prodi impian sesuai keinginan, termasuk didalamnya lolos KIP Kuliah. Namun ini hanya rencanaku. Aku selalu yakin bahwa rencana dan ketetapan Allah nanti lah yang terbaik untukku. Apapun itu aku akan selalu bersyukur. Dan menerima dengan lapang dada.


Sekedar klarifikasi

Klarifikasi: Alasan beberapa hari lalu aku log out dari Instagram (@al_dwiarianty) sebenarnya murni karna aku ingin puasa dari sosial media. Tidak ada tujuan menjauhi orang-orang. Aku ingin fokus untuk menggapai sesuatu yang harus diperjuangkan tahun 2022 nanti. Tapi sial nya aku lupa password dan tidak bisa login lagi. Mungkin nanti jika aku aktif IG lagi dengan IG baru aku akan nge follow kalian lagi. Dan untuk ganti WA tanggal 28 Des kemarin adalah murni karena alasan teknis, aku juga memberikan notif kepada semua kontak yang aku simpan kalo aku ganti WA, tapi lagi dan lagi maaf aku nggak chat satu-satu, bukan ingin lost kontak tapi aku ingin tenang sebentar untuk fokus. Tapi jika ada yg perlu bahkan untuk sekedar curhat jangan sungkan chat duluan ya, semua nomor masih otomatis tersimpan, nggak ada yang ter-unsave. Ini juga sebagai pencapaian di tahun ini, karna tidak ketergantungan sosmed, dan bisa mengendalikan diri untuk tidak kepo sama urusan orang lain. I proud of myself.

Edit terbaru : IG @al_dwiarianty sudah kembali lagi aksesnya setelah 1 bulan. :)

See you. Terimakasih. aku akan melampirkan beberapa foto perjalanan tahun indah ini, tahun 2021. Sending Virtual Hug untuk semuanya. 

Dan Selamat Tahun Baru, 2022. Semoga tercapai segala harapannya di tahun 2022 nanti ya. Aamiin... I'll to say "Bismillahirrahmanirrahim, Selamat datang tahun 2022." ๐Ÿงจ๐ŸŽ†๐ŸŽ‡



























Komentar

Postingan populer dari blog ini

Banyak Jalan Menuju Roma

My Lovely, Sabila