Sekolah Swasta dan Sekolah Negeri, ibarat dua jenis variabel yang berbeda






Umumnya orang jika mendengar kata swasta dan negeri pasti sudah memikirkan perbedaan-perbedaan yang mendasari dua instansi tersebut. Apalagi jika menyangkut sekolah.

Okey sebelumnya perkenalkan saya adalah orang yang sudah merasakan langsung perbedaan tersebut. SD-SMP saya berada di sekolah swasta, sedangkan SMA saya berada di sekolah negeri.

Lalu lebih baik mana? Dengan percaya diri saya menjawab tidak ada yang lebih baik. Dan tidak ada yang lebih buruk. Bagi saya sekolah swasta dan sekolah negeri tidak bisa di setarakan dalam hal menilai mana yang lebih baik dan mana yang lebih buruk. Mungkin jika menilai nya dengan metode antara yang sama-sama swasta, atau antara yang sama-sama negeri masih bisa. Namun jika antara swasta dan negeri tidak bisa. Itu menurut saya ibarat dua jenis variabel yang berbeda. Nilai nya nggak akan ketemu.

Kalo ditanya apa perbedaannya? Nah ini baru ada banyak perbedaannya. Menurut pengalaman saya, swasta itu lebih terasa kehangatan kekeluargaannya sedangkan negeri lebih ke lingkungannya yang mensupport untuk lebih ngambis. Dan kembali lagi ini hanya perbedaan kecil yang tidak bisa mewakili keseluruhan sehingga tidak bisa untuk dijadikan acuan menilai mana yang lebih baik atau yang lebih buruk. Ini menurut pengalaman saya ya, kalau para pembaca mau sharing bisa dikolom komentar :)).

Okey, saya mau cerita hal-hal yang tidak terlupakan saat berada di sekolah swasta maupun negeri.

Saat di sekolah swasta

Sepanjang SD-SMP saya selalu jadi sang juara kelas (ah terdengar sombong pasti). Itu adalah hal yang tak terlupakan. Lumayan banyak penghargaan yang saya dapat sepanjang SD-SMP. Kemudian, sepanjang SD-SMP saya pasti mengenal semua orang, setidaknya 2 angkatan kakak kelas serta 5 angkatan adek kelas. Nah inilah yang saya maksud kehangatan kekeluargaannya. Untuk teman teman saya yang menyempatkan diri membaca tulisan ini "Hai, aku senang pernah ketemu kalian, mengajarkanku untuk lebih baik lagi dalam hal kehidupan sosial".

Saat di sekolah negeri

Masuk 5 besar kelas dan 10 besar paralel seangkatan itu susah banget. Yang tidak terlupakan itu saat ngambis-ngambis nya itu untuk mengamankan setidaknya 5-10 besar. Untuk teman-teman sekelas saya (yang dijuluki dengan kelas unggulan) juga jadi lingkungan yang enak untuk bersaing secara sehat. Perbedaan nilai 1 angka bagi kami itu sangat berarti. Untuk teman saya yang menyempatkan diri untuk membaca tulisan saya ini "Hai, aku senang ketemu kalian, seakan sebagai pemompa semangat bagiku untuk terus belajar agar tidak tertinggal jauh dari kalian". Kalo disini saya cuma kenal teman sekelas dan beberapa teman dari kelas lain (nggak sampai 10 kayaknya hehe). Saya merasa nolep disini. Mungkin karena faktor PJJ saat pandemi juga ya.

Kalau ada yang ngejudge sekolah swasta ataupun sekolah negeri padahal mereka baru merasakan sekolah di salah satunya itu saya ngerasa sedih. Andai mereka merasakan pernah sekolah di keduanya mungkin nggak seenaknya untuk ngejudge.

Okey, terimakasih sudah membaca tulisan pertama di blog saya ini. Ini blog emang khusus buat diary. Saya suka sekali menulis, merangkai kata, dan mengabadikannya–di blog ini misalnya hehehe.

Stay health ya. Sampai jumpa di diary saya selanjutnya. Selain untuk kepuasan saya dalam mengungkapkan rasa, saya juga akan terus belajar menulis dan ngeblog lebih baik lagi demi kepuasan pembaca :).




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menutup Lembaran Indah Tahun 2021

Banyak Jalan Menuju Roma

My Lovely, Sabila