Melewati Masa Remaja Tanpa Pacaran? Siapa Takut
Selain kejeniusan BJ Habibie dalam dunia IPTEK, Beliau dan bu Ainun juga jadi role model saya dalam dunia asmara. Salah satu kutipan BJ Habibie yang saya suka adalah "Persahabatan sering berakhir dengan cinta. Tetapi cinta kadang berakhir bukan dengan persahabatan."
Hai, gimana kabarnya? Membaca judul saya di atas pasti menimbulkan banyak persepsi. Mungkin juga timbul banyak pertanyaan, salah satunya mungkin "Hah, kalau nggak mau pacaran, gimana bisa ketemu jodoh?"
Okey selamat datang di blog saya, dengan bangga perkenalkan saya adalah orang yang keras kepala nggak setuju dengan konsep pacaran (tapi kalo ditanya "suka cowok?" Ya iyalah yakali nggak, ya kembali lagi cuma suka dan nggak berniat sama sekali untuk pacaran). Umur saya melewati angka 17 tahun. Dan masih mempertahankan rekor tersebut. Terus kalau ditanya lagi "tapi kalau orang yang kamu suka ngajak pacaran, kamu mau kan?", okey saya tegaskan saya tetap tidak akan mau. Tapi kalau dia langsung melamar, itu baru okey. hehehe (ketawa jahat). Becanda ya, saya masih punya rencana solo traveling di Jogja dengan memakai celana training dan baju doraemon sambil menikmati mie goreng dikasih kuah diwarung pinggir jalan. Tapi kalau kamu mau ikut boleh hehe.
Alasan saya nggak mau pacaran sebenarnya cukup klasik, yang pertama ya karna agama saya tidak membenarkan pacaran. Yang kedua adalah 'dulu' ini larangan ibuk saya yang akhirnya sudah tertanam melekat dalam diri saya. Dan yang ketiga tentu untuk calon saya kelak. Terus timbul lagi pertanyaan "kalau ternyata calon kamu kelak adalah orang yang memiliki mantan gimana?". Ya nggak masalah, itu kan hak dia. Nggak ada yang perlu di permasalahkan soal itu. Saya hanya fokus pada diri saya sendiri mengenai hal ini. Doakan saya terus istiqamah ya.
Okey, soal pertanyaan nggak mau pacaran, gimana bisa ketemu jodoh?. Ya keyakinan saya tetap dengan 3 cara paling ajaib di dunia ini yaitu ikhtiar, bedoa, dan bertawakal kepada-Nya.
Nah ikhtiar nya gimana? Kalau menurut saya, kalau kamu pengen punya jodoh yang pinter ya kamu sering-sering datang ke perpustakaan atau tempat edukasi lainnya untuk belajar juga biar kamu juga pinter siapa tau ketemu jodoh disana. Kalau kamu pengen punya jodoh yang taat agama ya rajin-rajinlah jamaah ke masjid atau berkunjung ke pondok pesantren. Kalau kamu pengen punya jodoh yang baik hati suka menolong ya kamu juga ikut kegiatan bakti sosial seperti itu. Kalau kamu pengen punya jodoh yang kamu impikan ya ikhtiar nya dengan perbaiki diri kamu juga. Seperti istilah memantaskan diri gitu. Daripada sibuk pacaran mending memantaskan diri buat nanti bertemu orang yang berkualitas tinggi (mindset nya) kan. Bukan berarti belajar, ibadah, sedekah dengan tujuan hanya cari jodoh lho ya. Ya tetap lakukan semata karna Allah SWT, perihal ketemu jodoh saat kegiatan-kegiatan seperti itu anggap aja bonus. Gitu ya konsep yang saya maksud. Walaupun saya belum mempraktekkannya, tapi setidaknya plan yang akan saya jalankan kedepan seperti itu.
Karna dalam Q.S An-Nur ayat 26 pun juga sudah dijelaskan dengan detail. Berikut arti ayat tersebut "Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga)".
Saya juga sangat percaya kalau jodoh itu misteri. Nggak akan ketebak. Rahasia besar sang maha pencipta. Kalau diulas istilah-istilah nya itu akan sangat kompleks. Dan kadang rencana Allah mempertemukan kita dengan jodoh juga dnegan cara yang indah kadang sulit dicerna oleh akal. Terlalu rumit.
Kadang teman-teman saya mengira kriteria pasangan yang saya inginkan terlalu tinggi, hingga saya belum pacaran disaat mereka sibuk pacaran. Padahal saya juga nggak pernah sama sekali memasang kriteria apapun. Sok tau mereka. Hehehe.
Kadang juga teman-teman yang baru mengenal saya nggak percaya kalau saya bilang belum pernah pacaran. Alasan mereka beragam dan cukup masuk akal. Tapi ya itulah faktanya.
Dan kemarin ibuk saya bilang gini sama kakak cowok saya yang memang sudah usia matang untuk menikah "Kamu nggak pengen segera nikah? Nanti kalau dilangkahin adek kamu gimana? Adek kamu kemarin ditanyain ibu nya si ***** katanya mau dijadiin mantu". Deg. Saya kaget dong. Ya saya tau, ibuk nggak akan beneran jodohin saya. Saya nyeletuk gini "adek nggak mau dijodohin, nanti kabur pokoknya" akhirnya kami tertawa bersama dalam obrolan absurd itu. Ya untuk saat ini nggak mau lah. Masih fokus sama cita-cita yang setinggi gunung Semeru ini. Tapi kalau untuk 8-10 tahun kedepan nggak tau, mungkin jawaban saya beda, nggak menutup kemungkinan kan. Becanda yaaaa. Wkwkw. Btw, tapi saya beberapa bulan lalu juga hanyut dalam obrolan dengan sahabat saya yang perihal urusan jodoh, katanya dia juga nggak menutup kemungkinan suatu saat jika dijodohkam. Sapa dulu dong dia, sepertinya dia juga baca tulisan saya ini. Say hello ah "hello sahabatku sayang". Intinya kita harus tetap ikhtiar yang terbaik dengan memperbaiki diri juga, jangan lupa berdoa, dan bertawakal kepada-Nya agar mendapatkan yang terbaik. Mau datang nya lewat jalur 'manapun' termasuk mungkin perjodohan ya nggak masalahkan. Sending virtual hug~
Okey untuk pertanyaan utama sudah terjawab ya. Intinya nggak usah sibuk pacaran. Buang-buang waktu, tau nggak sih. Tapi sibuklah memperbaiki diri. Karna janji Allah dalam Q.S An Nur ayat 26 tadi, yang baik untuk yang baik pula. Semangat memperbaiki diri. Sampai ketemu di titik terbaik.
Mengenai kutipan BJ Habibie "Persahabatan sering berakhir dengan cinta. Tetapi cinta kadang berakhir bukan dengan persahabatan." Saya sangat suka dengan kutipan ini. Sepanjang SD-SMP-SMA saya pernah terjebak dalam friendzone. Walaupun akhirnya saya mampu keluar. Tapi sesuai dengan kutipan tersebut. Persahabatan sering berakhir dengan cinta. Tetapi cinta kadang berakhir bukan dengan persahabatan. Ya, memang benar sekali kutipan ini, cinta kadang berakhir bukan dengan persahabatan. Akhirnya kita lost kontak hehehe (ketawa jaim).
Dua tahun lalu saat disuruh buat ppt tentang pacaran oleh guru agama, saya juga menyinggung bahwa sebenarnya pacaran itu salah satu tujuannya hanya buat memenuhi gengsi sosial. Iya kan? Jujur aja deh. Ah sebenarnya apapun itu saya nggak peduli. Saya hanya beropini. Suatu hal yang saya yakini sampai saat ini.
Dan mengenai jodoh, saya selalu berdoa, suatu saat semoga saya dipertemukan dengan orang yang cintanya, setianya, sayangnya, pedulinya seperti yang dilakukan BJ Habibie kepada bu Ainun. Serta yang tidak membatasi saya beropini. Dan bisa saling menghargai perbedaan.
Kata terakhir : enjoy your life, dedikasikan semua energi masa remaja mu untuk keluargamu dan mimpi-mimpimu. Percayalah dan selalu berdoa bahwa cinta akan datang diwaktu yang tepat. Dan sampai jumpa di titik terbaik takdir kita. :))
Komentar
Posting Komentar